Maya Arseti Lona
(Murid Baru SMK Negeri Ampera, Jurusan Perawat)
Tanggal 2 Juli 2026 jadi hari pertama aku menginjakkan kaki di SMK Negeri Ampera. Gerbang sekolah di depan mata bikin kaki rasanya berat karena gugupnya luar biasa, takut nggak nyambung sama orang baru. Tapi begitu masuk, semua rasa takut itu cair. Teman-temannya ramah, bapak ibu guru nyapa dengan senyum dan pengertian. Waktu apel di lapangan kami diminta maju satu-satu sebut nama, asal sekolah, dan asal daerah. Dari situ obrolan mulai mengalir. Yang tadinya canggung, lama-lama berubah jadi akrab. Perkenalan ini penting banget karena jadi jembatan biar kami cepat beradaptasi, dan lingkungan yang hangat bikin semangat buat hari-hari selanjutnya.
Keesokan harinya, 3 Juli 2026, kami langsung ikut tes pelajaran. Duduk di ruang tes sambil lihat soal pilihan ganda rasanya keringat dingin. Pertanyaan lisan dari guru juga bikin otak muter. Tapi aku coba tarik napas, baca pelan-pelan, jawab satu-satu dengan tenang. Alhamdulillah semua bisa diselesaikan. Tes ini sebenarnya bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengukur kemampuan dasar dan melatih mental biar kami siap menghadapi pembelajaran di SMA. Gugup itu wajar, yang penting berani menghadapi dan mengerjakan semaksimal mungkin.
Tanggal 4 Juli 2026 giliran tes kesehatan. Kami baris rapi di UKS, satu per satu dicek tinggi badan, berat badan, pernapasan, mata, telinga, gigi, kuku, sampai ditanya riwayat alergi. Deg-degan nunggu hasil pengumuman. Pas semua dinyatakan lulus, rasanya lega dan bersyukur banget. Cek kesehatan ini wajib biar sekolah tahu kondisi fisik kami. Datanya nanti dipakai untuk kegiatan olahraga, Paskibra, Pramuka, dan jadi acuan guru UKS kalau ada yang punya alergi. Lulus semua artinya kami siap ikut semua kegiatan fisik selama di sekolah.
Mulai 6 Juli 2026 MPLS resmi dibuka. Tepat jam 07.30 kepala sekolah memberi arahan dengan suasana yang khidmat. Setelah itu Bapak Kapolres menyampaikan materi tentang bahaya judi online dan NAPZA. Ceritanya bikin merinding, tapi jadi pelajaran penting biar kami paham dampaknya dan berani bilang tidak. Lanjut ada wawasan wiyata mandala dari Kepala SMKN Ampera yang menjelaskan makna sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan mendidik. Siangnya kami keliling tur fasilitas bareng kak OSIS, akhirnya tahu letak lab, perpustakaan, dan UKS biar nggak nyasar. MPLS hari pertama ditutup oleh Bapak Arifin Roy Bapabui, S.Pd. lewat materi “Aku Anak Indonesia Hebat, Karakterku Kuat” yang menanamkan pondasi disiplin, jujur, dan tanggung jawab.
Tanggal 7 Juli 2026 MPLS hari kedua dimulai lagi dengan pertemuan pagi ceria bersama Bapak Gusti Omkang Hingmane, S.Pd.,Gr. Suasananya jadi seger dan nggak ngantuk. Kemudian Ibu Siti H Samau, S.Pd. menjelaskan profil lulusan SMK Ampera, jadi kami punya gambaran target yang harus dicapai: cerdas, berkarakter, dan siap melanjutkan ke kuliah atau dunia kerja. Ibu A Juliana M, S.Pd.,Gr menyampaikan tentang lingkungan aman, nyaman, dan menyenangkan, alias sekolah zero bullying di mana semua siswa dihargai. Materi terakhir disampaikan Bapak Kamarudin Kawali, S.Pd.,Gr tentang keadaban digital. Kami diajarin etika pakai HP, bermedia sosial yang sehat, cara hindari hoax, dan pentingnya menjaga privasi.
Tanggal 8 Juli 2026 MPLS masih berlanjut. Masih dibuka dengan pagi ceria bersama Bapak Gusti biar semangatnya tetap terjaga. Lalu Ibu Siti H Samau memberi materi asesmen literasi sekaligus tips cara belajar efektif seperti mind mapping dan teknik pomodoro biar pelajaran gampang diingat. Ibu Juliana melanjutkan dengan asesmen numerasi dan cara belajarnya. Penutup hari itu paling seru karena Bapak Arifin Bapabui, S.Pd memperkenalkan OSIS, MPK, dan berbagai ekstrakurikuler. Mataku langsung melek lihat pilihannya banyak, mulai dari pramuka, PMR, musik, sampai olahraga. OSIS dan MPK melatih jiwa kepemimpinan, sementara ekstrakurikuler jadi wadah buat menyalurkan hobi dan meraih prestasi.
Puncaknya tanggal 9 Juli 2026 kami latihan baris-berbaris PBB di lapangan. Awalnya kaki rasanya kaku semua saat disuruh balik kanan, hadap kiri, hadap kanan, serong kiri, serong kanan. Balik kanan berarti putar 180 derajat, hadap kanan dan kiri masing-masing 90 derajat, sementara serong kiri dan serong kanan menggeser badan 45 derajat untuk mengubah arah barisan tanpa membubarkan formasi. Setelah gerakan dasar, kami lanjut jalan di tempat untuk melatih kekompakan hitungan dan keseimbangan, lalu langkah tegap maju jalan yang mengajarkan disiplin dan percaya diri lewat hentakan kaki yang tegas. Terakhir ada hormat gerak sebagai tanda penghormatan dan sopan santun kepada guru atau pimpinan. Awalnya barisan masih berantakan, tapi lama-lama mulai kompak dan rapi.
Seminggu ini rasanya berjalan cepat banget. Dari anak baru yang hanya bisa gugup di gerbang, sekarang sudah kenal banyak teman, kenal bapak ibu guru, tahu isi sekolah, dan bahkan sudah bisa hormat gerak dengan rapi. Semua pengalaman ini bikin aku makin pede dan siap melangkah ke jenjang berikutnya di SMK Negeri Ampera.
Share to :