SMK NEGERI AMPERA

BERITA

2 Guru Kejuruan SMK Negeri Ampera Ikuti Pelatihan Calon Asesor Kompetensi dari BNSP di Kupang

AMPERA – Dalam upaya strategis meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ekosistem sertifikasi kompetensi, SMK Negeri Ampera mengirimkan dua orang guru untuk mengikuti pelatihan calon asesor kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) SMK Negeri 6 Kupang.

Kedua guru yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Marvelous Mesak Dopong, S.Farm, guru dari Program Keahlian Farmasi, dan Ibu Astri Nurbaiti Massa, S.KM.,Gr, guru dari Program Keahlian Keperawatan. Mereka bergabung bersama 24 peserta lainnya dari berbagai sekolah kejuruan di Nusa Tenggara Timur dalam kegiatan yang berlangsung pada 29 Mei hingga 2 Juni 2026 di Hotel Neo Eltari Kupang.

Kegiatan ini bertujuan mencetak asesor kompetensi yang nantinya berperan dalam mengembangkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) serta membangun LSP mandiri di sekolah masing-masing. Ketua LSP SMK Negeri 6 Kupang, Suvianto Minggle, S.Kom.,M.Sos menekankan bahwa perluasan jaringan LSP hingga ke daerah menjadi langkah krusial agar proses sertifikasi kompetensi siswa dapat dilaksanakan secara mandiri, terukur, dan sesuai standar nasional.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan intensif dari Master Asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Materi yang diberikan meliputi prinsip asesmen, penyusunan perangkat asesmen, teknik observasi, hingga praktik langsung penilaian kompetensi.

“Setelah mengikuti Pelatihan Asesor Kompetensi, saya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sistem sertifikasi kompetensi BNSP. Materi yang disampaikan menjadi lebih mudah saya ingat melalui konsep "Nomor Cantik" 0875443333333. Angka 0 mengingatkan saya bahwa seluruh proses asesmen harus berlandaskan standar BNSP. Angka 8 menunjukkan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang asesor, sedangkan angka 7 dan 5 mengingatkan pada struktur unit kompetensi dan dimensi kompetensi yang menjadi dasar penilaian. Dua angka 4 mengingatkan saya pada aturan bukti dan prinsip asesmen yang harus diterapkan agar hasil asesmen valid dan objektif. Sementara deretan angka 3 menggambarkan berbagai komponen penting dalam sertifikasi kompetensi, seperti skema sertifikasi, standar, aspek kompetensi, jenis bukti, jenis LSP, jenis TUK, dan unit kompetensi asesor. Pengetahuan yang diperoleh ini diharapkan menjadi bekal berharga untuk mendukung peningkatan mutu sertifikasi kompetensi di bidang keahlian saya”, ujar Ibu Astri

“Pelatihan asesor yang saya ikuti sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya terkait proses asesmen. Saya menjadi lebih memahami peran, tanggung jawab, serta teknik pengumpulan bukti dan pengambilan keputusan asesmen yang tepat”, ungkap Pak Marvel.

Kepala SMK Negeri Ampera, Drs. Moh. Bajher Kamahi,M.Pd menyambut baik keikutsertaan kedua gurunya. Menurutnya, keberadaan asesor yang kompeten sangat penting untuk mendukung pelaksanaan uji kompetensi peserta didik. "Melalui pelatihan ini, kami berharap Bapak Marvel dan Ibu Astri dapat menjadi asesor yang profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan vokasi di SMK Negeri Ampera," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pengarah LSP SMK Negeri 6 Kupang, Asa Manason Lahtang, S.Pd.,M.Pd menegaskan bahwa sertifikat asesor dari BNSP harus dimanfaatkan secara aktif. Ia berharap para guru yang telah dinyatakan kompeten dapat segera mengimplementasikannya melalui pelaksanaan asesmen di sekolah masing-masing agar sertifikasi yang telah diraih memberikan manfaat nyata dan tidak menjadi tidak aktif akibat kurangnya pengujian.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pendidikan vokasi di NTT untuk memastikan lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang tersertifikasi secara resmi, terukur, dan mampu bersaing di dunia usaha maupun dunia industri. Diharapkan setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, para peserta mampu menjadi asesor yang profesional sehingga mendukung terwujudnya lulusan SMK yang unggul dan siap bersaing di masa depan. (Gus)

Share to :