SMK NEGERI AMPERA

BERITA

Dari Gugup Sampai Bangga hanya di SMKN Ampera

Enjelita Bayang

(Murid Baru SMKN Ampera, Jurusan Perawat)

 

 Langkah pertama saya melewati gerbang SMK Negeri Ampera masih membekas di ingatan.  Dada berdebar, tapi semangat saya mengalahkan semuanya. 

“Ini rumah keduaku selama 3 tahun ke depan.”, isi suara hati sambil melihat bangunan sekolah yang besar.

Belum sempat beradaptasi, saya langsung menghadapi Tes Kejuruan.  Hari pertama di lab saya mencoba alat dan mengerjakan soal sesuai jurusan.

Hari berikutnya giliran tes praktik dan wawancara. Saya menjawab dengan segenap kemampuan. 

Pulang ke rumah pikiran saya penuh.

“Apakah aku pantas di sini? Apakah aku bisa lulus?” 

Tapi dari rasa cemas itu, semangat saya justru makin tumbuh.

Beberapa hari kemudian saya mengikuti pertemuan untuk mendengar informasi. Ketua panitia dan sekretaris panitia menjelaskan aturan, seragam, jam masuk, dan rangkaian MPLS.

Satu kalimat yang paling saya ingat. Di sini kita membentuk karakter, bukan hanya mengejar nilai.

Malam itu saya menyiapkan semua keperluan dengan rapi. Karena saya tahu, besok perjalanan sesungguhnya dimulai.

Dan MPLS pun resmi dimulai.  Hari pertama dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah. Setalah itu dilanjuti dengan materi dari Tim Kepolisian ABAL tentang Bahaya Judi Online dan NAPZA. Hal itu membuat saya sadar bahwa tantangan di luar sana nyata.

Siangnya, saya diajak keliling sekolah oleh OSIS/ MPK. Melihat berbagai ruang yang ada di SMK Negeri Ampera. 

Hari ditutup dengan materi Aku Anak Indonesia Hebat bersama pak Roi.

Akhirnya pulang. Pulang dengan badan lelah, tapi hati penuh bangga.

Hari berikutnya suasana lebih cair. Ada Pertemuan Pagi Ceria. Kami belajar bagaimana mindset yang baik itu penting untuk menghasilkan energy yang kuat, bersama pak Gusti.

Terus, Ibu Siti menjelaskan Profil Lulusan SMK Ampera. Kami harus siap kerja, siap kuliah, siap usaha.  Dan materi lalu materi terakhir tentang Keadaban Digital dari Pak Kamarudin mengingatkan saya. Jempol kalian bisa membangun atau merusak. Pilih.

Ada juga hari untuk mengasah kemampuan. Saya mengikuti materi Asesmen Literasi dan Numerasi serta belajar Cara Belajar Efektif. Tujuannya agar saya tahu cara belajar yang paling cocok.

Siangnya, kami dikenalkan tentang OSIS, MPK, dan ekstrakurikuler. Ada Pramuka, PMR, Futsal, sampai klub otomotif. Pesan yang saya pegang: cari satu kegiatan yang membuat saya betah di sekolah ini. Itu bersama Pak Roi.

Lalu datang hari yang paling berkesan.  Ada Pembinaan Karakter, Wawasan Kebangsaan, dan Pelatihan PBB bersama Personel TNI. Tetapi sayang, TNI berhalangan. Kami diajari oleh Pak Gusti, Pak Roi dan Ibu Ana dari pagi sampai siang. Kami mengikuti komando “Siap Gerak!” 

Puncaknya simulasi Pengibaran Bendera. Saya berdiri paling tegak dengan rasa hormat dan bangga.

Keesokan harinya, di hari terakhir MPLS, kami melakukan simulasi upacara bendera terakhir. 

Plh. Kepala Sekolah menutup kegiatan dengan pesan. “Ini bukan hanya perkenalan. Ini janji kalian pada diri sendiri untuk jadi lebih baik. Buktikan itu dengan belajar serius” 

Tidak ada teriakan. Hanya ada senyum, pelukan, dan foto bersama teman baru.

Share to :