SMK NEGERI AMPERA

BERITA

SMKN Ampera Gelar Workshop Bedah SKL dan Penyusunan Soal Ujian Sekolah, Pengawas Tekankan Soal HOTS dan Kolaborasi Guru

Ampera — SMK Negeri Ampera melaksanakan Workshop Bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Penyusunan Soal Ujian Sekolah Tingkat Satuan Pendidikan pada 12–14 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan mutu penilaian dan memastikan kesesuaian soal ujian dengan capaian pembelajaran terbaru.

Workshop ini dihadiri oleh Pengawas Pembina, Nikodemus Malua, S.Pd., M.Hum., serta Kepala SMK Negeri Ampera, Drs. Moh. Bajher Kamahi, M.Pd., bersama seluruh guru mata pelajaran. Kegiatan diawali dengan pembacaan laporan panitia oleh Ketua Panitia, Siti H. Samau, S.Pd., yang menyampaikan gambaran umum pelaksanaan workshop serta keterlibatan peserta.

Dalam sambutannya, Kepala SMKN Ampera menjelaskan bahwa secara keseluruhan terdapat 22 orang guru yang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk tiga guru berlatar belakang tenaga medis yang kehadirannya menyesuaikan dengan tugas dan kesibukan di instansi masing-masing. Kepala Sekolah juga menegaskan bahwa sesuai hasil rapat MKKS, ujian praktik tetap dilaksanakan pada akhir Maret, dilanjutkan dengan Uji Kompetensi Keahlian (UKK), serta Ujian Sekolah yang dijadwalkan pada 13–20 April 2026. Selain itu, disampaikan pula bahwa libur sekolah akan berlangsung mulai Senin, 16 Februari hingga Sabtu, 21 Februari 2026.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga menyampaikan harapan agar Pengawas Pembina dapat terus meluangkan waktu untuk melakukan pembinaan di SMKN Ampera, meskipun harus menangani banyak sekolah binaan. Ia turut menegaskan bahwa SMKN Ampera memiliki dua kompetensi keahlian, yakni Farmasi dan Asisten Keperawatan, yang keduanya telah didukung dengan fasilitas laboratorium sebagai penunjang pembelajaran praktik.

Sementara itu, dalam arahannya, Pengawas Pembina Nikodemus Malua, S.Pd., M.Hum., menekankan bahwa penyusunan soal ujian merupakan panggilan mulia bagi guru, karena penilaian adalah cerminan dari proses pembelajaran yang telah dilakukan. Ia menjelaskan bahwa jumlah pengawas yang terbatas, yakni tiga orang untuk 58 sekolah, menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembinaan, sehingga kolaborasi antar guru di sekolah menjadi sangat penting.

Pengawas Pembina juga menegaskan bahwa penilaian tidak hanya melibatkan unsur internal sekolah, tetapi juga melibatkan pihak eksternal, sejalan dengan Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025. Oleh karena itu, guru diminta untuk duduk bersama dalam menyusun soal, memastikan kesesuaian dengan Capaian Pembelajaran 2025, serta menghindari penyusunan soal dari tujuan pembelajaran yang tidak sempat diajarkan, dengan catatan hambatan pembelajaran telah dikomunikasikan kepada kepala sekolah.

Lebih lanjut, beliau mendorong agar dalam penyusunan soal, guru dapat menghadirkan minimal 50 persen soal berbasis HOTS (Higher Order Thinking Skills), sehingga peserta didik terbiasa berpikir kritis, analitis, dan reflektif. Selain itu, ia juga menegaskan kembali kebijakan “One School One Product” yang harus dimiliki oleh setiap sekolah sebagai identitas dan keunggulan masing-masing satuan pendidikan.

Mengakhiri arahannya, Pengawas Pembina menyampaikan apresiasi terhadap kebersihan lingkungan sekolah dan kerapian para guru SMKN Ampera, sebelum secara resmi membuka kegiatan Workshop Bedah SKL dan Penyusunan Soal Ujian Sekolah. Workshop ini diharapkan mampu menghasilkan perangkat soal yang berkualitas, adil, dan relevan, serta menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu lulusan SMKN Ampera. (Gus)

Share to :