Elastri Mabilehi
(Murid Baru SMKN Ampera, Jurusan Perawat)
Nama saya Ela. Saya anak dari Desa Maikang, Alor Selatan. Di rumah saya tinggal bersama nenek, ibu, dan adik-adik. Ayah sudah lama pergi untuk selamanya. Sejak itu nenek yang jadi tempat saya mengadu.,
“Ela, sekolah yang rajin ya. Biar bisa jadi orang yang berguna nati”, setiap malam beliau selalu bilang demikian.
Saya punya satu cita-cita. Saya ingin jadi Perawat. Saya ingin menolong orang sakit, seperti dulu waktu nenek saya sakit dan tidak ada yang bisa bantu. Dari situlah saya berjanji dalam hati.
Tanggal 18 Juni 2026, hari itu tiba. Hari dimana saya harus pamit.
“Berangkat sekarang Nak?” tanya Om Ojak sambil menyiapkan motor.
Saya mengangguk. Tenggorokan saya tercekat.
Nenek memeluk saya erat. Tangannya kasar tapi hangat.
“Ela, rajin belajar ya. Jangan lupa berdoa. Jaga diri baik-baik di sana. Biar susah, jangan menyerah. Wujudkan cita-citamu jadi perawat.”
Air mata nenek jatuh di bahu saya. Saya berpura-pura kuat, padahal dada saya sesak.
Perjalanan dari Maikang ke Kalabahi panjang. Debu, panas, dan rasa takut bercampur jadi satu di kepala saya. Saya hanya membawa satu tas. Isinya baju, bekal, dan harapan. Harapan bahwa saya bisa sekolah di SMK Negeri Ampera jurusan Keperawatan. Bisa jadi orang yang dibanggakan nenek.
Tiba di Kalabahi, saya bersyukur. Tuhan mempertemukan saya dengan Ibu Guru saya. Beliau dulu mengajar saya di SMP Negeri Asysok.
“Tinggal di sini dulu ya Ela”, katanya.
Saya mengangguk sambil menahan tangis. Rasanya seperti dapat rumah baru.
Pada Jumat, 3 Juli 2026. Langkah pertama saya di SMK N Ampera. Saya menemukan gedungnya sangat besar. Ada laboratorium dari kedua jurusan itu. Teman-temannya banyak. Jantung saya berdebar kencang.
“Saya harus bisa. Saya harus jadi perawat,” bisik saya dalam hati.
Hari-hari pertama saya lewati dengan MPLS - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Saya belajar menghafal nama guru, belajar assesmen literasi dan numerasi, tata tertib, belajar berbaris. Kami diminta untuk berliterasi, pelatihan karakter, dan dikenalkan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Di sela materi, ada juga penyuluhan tentang bahaya narkoba dan judi online. Dan yang paling saya tunggu, kami mulai dikenalkan dengan dasar-dasar keperawatan. Bagaimana cara merawat orang sakit, bagaimana bersikap sabar dan tulus. Semua itu membuat semangat saya untuk jadi Perawat semakin besar.
Setiap pulang sekolah, saya selalu ingat pesan nenek. Kadang rindu datang, tapi saya hapus dengan belajar. Karena saya tahu, di desa sana ada seseorang yang tiap malam berdoa agar saya bisa pakai baju putih perawat. Dari Maikang sampai Ampera, saya belajar bahwa mimpi tidak mengukur seberapa jauh rumah kita. Mimpi hanya butuh keberanian untuk melangkah, doa yang tidak putus, dan orang-orang yang percaya pada kita.
Hari ini saya Ela. Anak dari desa kecil yang punya cita-cita besar. Cita-cita saya menjadi Perawat. Saya mungkin datang membawa luka dan rindu, tapi saya juga datang membawa tekad. Tekad untuk belajar sungguh-sungguh. Agar suatu hari nanti, saya bisa pulang dengan bangga. Bangga memakai seragam perawat, dan membuat doa serta air mata nenek berubah menjadi senyum.
Share to :