SMK NEGERI AMPERA

BERITA

Kelulusan 100 Persen, SMK Negeri Ampera Siapkan Lulusan Siap Kerja dan Lanjut Studi

Senin, 4 Mei 2026, menjadi hari penuh kebanggaan bagi keluarga besar SMK Negeri Ampera. Dalam suasana haru dan penuh syukur, sekolah ini menggelar pengumuman kelulusan secara tatap muka yang dihadiri berbagai pihak penting, mulai dari perwakilan Dinas Pendidikan Wilayah III, pengawas pembina, kepala sekolah dan jajaran, ketua komite, kepala desa, tokoh masyarakat, hingga para orang tua siswa. Di momen itulah kabar membanggakan diumumkan: seluruh siswa SMK Negeri Ampera dinyatakan lulus 100 persen.


Ketua Komite SMK Negeri Ampera, Moh. Rahmiyanto H. Bali, menyampaikan harapan besar kepada masyarakat agar terus mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di sekolah ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf mewakili orang tua siswa kepada para guru. “Sebentar lagi siswa-siswi akan meninggalkan sekolah ini. Kami memohon kepada orang tua, undangan, dan semua pihak untuk dapat menginformasikan kepada anak-anak agar mendaftar di sini, sehingga sekolah ini menjadi lebih maju,” ujarnya. Ia menambahkan dengan penuh kerendahan hati, “Kami juga memohon maaf kepada Bapak dan Ibu Guru atas segala kekurangan selama ini.”

Dukungan kuat juga datang dari Kepala Desa Ampera, Mustafa Moka, yang menegaskan kontribusi nyata sekolah ini sejak berdiri. “Pengumuman hasil ujian tadi, hasilnya 100 persen. Sejak tahun 2011, SMK Negeri Ampera telah mencetak alumni di dunia kesehatan. Walaupun banyak yang tidak melanjutkan, tetapi banyak juga yang sudah terserap di dunia kerja, bahkan ada yang sudah menjadi PPPK. Itu realita,” ungkapnya. Ia juga menenangkan masyarakat dengan mengatakan, “Walaupun tidak melanjutkan studi, mereka sudah bisa mengecek kesehatan kita di rumah. Jadi Bapak dan Ibu jangan khawatir untuk mendaftar di sini.” Ia pun menegaskan komitmen pemerintah desa, “Kami sangat mendukung sekolah ini, termasuk bagi anak-anak dari luar daerah.”

Kepala SMK Negeri Ampera, Drs. Moh. Bajher Kamahi, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung perjalanan sekolah. “Terima kasih kepada Kepala Dinas Wilayah III, kepala seksi bidang pelayanan pendidikan, Pengawas Pembina, dan DUDI yang telah meluangkan waktu hadir bersama kami,” tuturnya. Ia juga menegaskan komitmen sekolah dalam menjaga karakter siswa, “Selama lebih dari 12 tahun saya di sini, tidak pernah siswa tercoreng oleh lingkungan sekolah. Kalaupun ada masalah, biasanya dari luar.”

 

Ia menjelaskan bahwa sistem asrama menjadi salah satu kekuatan sekolah. “Sebagian besar siswa berasal dari luar, dan kami asramakan. Suasananya aman dan happy,” katanya. Lebih lanjut, ia mengungkapkan kabar baik terkait pengembangan fasilitas, “Tahun 2026 ini, sekolah mendapat dua bantuan sekaligus, yaitu smartboard dan revitalisasi sekolah. Selain itu, ada bantuan alat-alat farmasi dari provinsi sebesar 1,5 miliar rupiah untuk laboratorium.”

Sebagai satu-satunya sekolah kesehatan di Kabupaten Alor, peluang bagi lulusan pun terbuka lebar. “Anda yang lulus, boleh lanjutkan studi, boleh juga langsung kerja. Bahkan peluang di TNI khusus kesehatan juga ada, dan kalian semua punya kesempatan,” tegasnya. Ia juga membagikan kisah inspiratif, “Ada satu orang tua yang menyekolahkan tiga anaknya di sini. Dua sudah menjadi tentara, dan ini yang ketiga.”

Pengawas Pembina, Nikodemus Malua, S.Pd., M.Hum, mengingatkan bahwa kelulusan hanyalah awal dari perjalanan panjang. “Ibarat anak panah, satu target telah dicapai. Biarkan mereka melanjutkan perjuangan mereka, apakah ke dunia kerja atau pendidikan. Tugas orang tua adalah memberi dorongan,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga sikap setelah kelulusan. “Sudah lulus, boleh bangga, tetapi jangan sampai membuat keributan yang mengganggu ketertiban umum. Setelah ini, ajak anak-anak pulang, bersyukur, dan menata masa depan.”

Ia juga memberikan catatan penting bagi sekolah dalam menghadapi persaingan. “Gunakan semua platform yang ada, seperti website, YouTube, Facebook, bahkan TikTok untuk memaksimalkan penerimaan siswa baru,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Pendidikan Wilayah III, Yumina H. Djaha, SE, menegaskan posisi strategis sekolah ini. “SMK Negeri Ampera adalah satu-satunya sekolah kesehatan di Kabupaten Alor. Tidak ada batasan zonasi seperti SMA, sehingga peluang bagi siswa untuk bersekolah di sini sangat terbuka,” jelasnya.

Di akhir acara, suasana kebersamaan semakin terasa ketika seluruh hadirin diajak untuk menutup rangkaian kegiatan dengan penuh syukur dan sukacita. Para siswa, guru, orang tua, serta tamu undangan kemudian mengabadikan momen berharga melalui sesi foto bersama yang sarat makna kebersamaan dan kenangan. Kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana hangat dan kekeluargaan, menjadi penutup yang sederhana namun penuh arti atas perjalanan panjang para siswa hingga dinyatakan lulus. (Gus)

Share to :